Kami terkejut begitu mendapatkan informasi ini dari wakil
ketua P2TP2A Kota Bekasi. Kami sadar ada bahaya besar yang sedang
mengancam anak-anak kita lewat mainan ini.
Dari pengalaman kami bertemu dengan banyak orangtua dan
anak-anak, kami mendapatkan informasi bahwa orangtua sekarang ini jarang
mempunyai kesempatan berdialog dengan anak karena kesibukan. Mereka
seringkali lebih banyak menanyakan bagaimana pelajaran dan PR di
sekolah, jarang bertanya hal lain seperti topik obrolan apa yang sedang
hangat dengan teman sebaya, juga tentang jajanan di sekolah.
Bayangkan, di sisi lain ada sejumlah pebisnis, yang
kemungkinan merupakan pecandu pornografi, memikirkan dan melakukan
berbagai cara bagaimana menyasar anak-anak agar mereka mendapatkan
keuntungan dan kepuasan bagi dirinya sendiri.
Target yang paling empuk adalah anak-anak TK dan SD yang
masih lugu dan tidak punya bekal sama sekali dari ortunya tentang
jajanan, apalagi jajanan yang mengandung narkoba dan Pornografi.
P2TP2A Kota Bekasi menemukan jajanan kotak mainan tersebut
dijual oleh pedagang yang menjual jajanan lain di sekolah-sekolah kota
Bekasi. Kalau ada di kota Bekasi kemungkinan besar ada di kota lainnya.
Coba saja dicek. Kami sungguh tidak tahu ini tanggungjawab siapa.
Alhamdulillah kabarnya BPOM sudah menanggapi laporan ini.
Kami yakin akan panjang sekali jalan untuk menemukan siapa yang
mengedarkannya dan bagaimana tindakan selanjutnya untuk mencegah hal ini
terjadi lagi.
Mari mengambil hikmah dari kasus ini, agar kita sebagai
ortu lebih peka dan sadar bahwa anak kita adalah sasaran tembak dari
berbagai panah beracun yang menghancurkan kehidupannya.
Mari kita galang kekuatan dan kepedulian. Mari kita lindungi anak kita.
Menyelamatkan 1 anak sama dengan menyelamatkan kemanusiaan.
Topik ini telah di bahas di Radio SMART FM pada Rabu 20
Januari 2016 dan akan disiarkan ulang pada Minggu 24 Januari 2016, pukul
19.00 WIB.
Tag :
Hikmah & Keluarga
