Pengakuan itu diungkap para pendemo usai rombongan bus yang membawa mereka diberhentikan oleh aparat kepolisian saat memasuki wilayah Nusa Dua.
Mereka mengaku tak mengetahui jika sampai di Bali diminta untuk berdemonstrasi untuk menggagalkan Munas Golkar.
Menurut pengakuan dari salah seorang pendemo, Sulaiman, mereka datang ke Bali karena iming-iming berlibur gratis ke pulau dewata ini, bukan untuk berunjuk rasa. Mayoritas dari mereka bekerja sebagai supir dan kernet di Terminal Bunggurasih, Surabaya.
"Tahunya kita kesini (Bali) diajak jalan-jalan happy-happy tidak unyuk demo," terangnya, Minggu (30/11/2014).
Pengakuan yang serupa juga terungkap dari mulut Farid. "Kami diajak teman ke sini untuk liburan bukan diajak demo," ujarnya.
Saat ditanya siapa yang mengajaknya untuk jalan-jalan ke Bali, Farid tutup mulut.
Massa yang dikondisikan untuk menggagalkan Munas tersebut berangkat dari Surabaya pada hari Sabtu 29 November kemarin dengan menumpang 12 bus dan 1 mobil.
Sebelum memasuki pintu Nusa Dua massa diberhentikan oleh polisi. Polisi menemukan senjata tajam yang dibawa para pendemo.(sdn)
Tag :
politik