PKS-Gerindra Sepakat Koalisi Pilwalkot Depok


Abadijaya News: Tim 10 Partai Gerindra dan perwakilan PKS Kota Depok menyatakan kesepahaman dan kesepakatan politik untuk mengamankan satu tiket di pemilukada Kota Depok Desember mendatang.

Pertemuan yang digelar di rumah makan Betawi Ngoempoel Tanah Baru Beji Ahad malam itu seakan menjadi momentum makin mengerucutnya polarisasi koalisi parpol jelang pemilihan walikota baru akhir tahun ini.

“Kami dari PKS dan Gerindra sepakat dan sepaham untuk mengamankan satu tiket. Tapi kami belum bicara lebih jauh siapa yang akan dicalonkan. Ada beberapa tahap yang harus dilalui seperti survei popularitas dan lain-lain,” kata Ade Ruhyana mewakili tim penjajakan koalisi dari PKS.

Ade juga menambahkan bahwa kerjasama antara Gerindra dan PKS di pemilihan presiden yang mengusung Prabowo sebagai capres dapat menjadi parameter dan referensi yang terukur untuk melanjutkan kerjasama politik.

“Gerindra paham betul bagaimana mesin politik bergerak dan kami dari PKS juga paham keseriusan Gerindra dalam melakukan terobosan di masyarakat”, tambah Ade.

Dari pihak partai berlambang kepala garuda hadir 9 dari 10 anggota Tim yang diketuai Nuroji Bendahara Umum Partai Gerindra, sementara dari PKS diwakili Supariyono ketua DPD PKS Depok, Qurtifa wijaya, Ade Ruhyana, Sugeng Susilo dan Yusuf Syahputra.

Dari data KPU, Kedua partai ini memang harus berkoalisi karena tidak memenuhi syarat minimal yakni memperoleh 10 kursi anggota DPRD untuk dapat mengajukan sendiri calon walikota. Saat ini di Depok, Gerindra memiliki 9 kursi anggota legislatif dan PKS hanya 6 kursi. Namun PKS adalah partai “incumbent”(walikota saat ini Nur Mahmudi berasal dari PKS) dan memiliki mesin politik yang mengakar di masyarakat.

Selain dengan PKS, sebelumnya Gerindra juga melakukan penjajakan koalisi dengan Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat.(depoknews)



pageads