Sisi Lain Dari Muhammad Ali Yang Jarang Diketahui Publik

Muhammad Ali adalah legenda tinju dunia. Tak heran banyak kisah yang sudah ditulis dari petinju yang puncak kariernya terjadi pada era 1960an tersebut. Jalan hidupnya yang berliku dari mulai menolak wajib militer hingga gaya bertinju fenomenal ala kupu-kupu adalah dua dari banyak kisah yang ditulis tentang Ali.

Namun, masih ada hal yang belum ditulis tentang Ali. Itulah yang diungkap Davis Miller, penulis biografi serta kawan seumur hidup Ali kepada CNN. Miller mengungkapkan ada beberapa hal dari juara dunia tinju tiga kali dan peraih medali emas Olimpiade itu jarang diketahui atau mungkin terlupakan publik.

Sisi Lain Dari Muhammad Ali Yang Jarang Diketahui Publik

1. Muhammad Ali Bukanlah Nama Pertama

Ali yang bernama asli Cassius Clay itu ternyata mengubah nama tidak hanya sekali. Pria yang kini berusia 74 tahun itu mengubah namanya jadi Muhammad Ali seiring keputusannya menjadi muallaf, memeluk agama Islam, pada 1960 silam.

“Sang legenda ini dikenal ketika seorang pemuda kelahiran Kentucky, Cassius Clay, bergabung dengan Nation of Islam namanya berubah jadi yang kita kenal sekarang Muhammad Ali,” kata Miller, “Tetapi sedikit yang tahu bahwa nama pertamanya untuk berubah adalah Cassius X.”

Saat itu, kata Miller, pada 26 Februari 1964 Ali memberitahu ide nama Cassius X itu kepada Sonny Liston. Miller mengungkapkan Ali mengganti namanya jadi Cassius X karena terinspirasi nama tokoh pergerakan Islam kulit hitam lainnya di Amerika, Malcolm X.

“Tetapi hampir dua pekan kemudian, pada 6 Maret 1964, dia mengumumkan bahwa pimpinan politik dan agama, Elijah Muhammad (yang memimpin Nation of Islam dari 1934 hingga wafatnya pada 1975) memberinya nama baru, Muhammad Ali,” ujar Miller.

2. Ali adalah Seorang Sufi

Dunia mengenal Ali yang begitu keras menolak wajib militer Amerika Serikat (AS). Itu dilontarkannya pada 28 April 1967 ketika Ali dengan tegas menolak wamil yang akhirnya berujung pada pencabutan gelar juara tinju kelas berat yang sudah dimilikinya.

Ali menegaskan alasan dirinya menolak wamil karena dia adalah seorang muslim, agama yang cinta damai sehingga menolak berperang untuk militer AS. Sebelumnya, Ali dikenal dekat dengan pergerakan Afrika-Amerika yang membentuk Nation of Islam. Namun, dalam perjalanan hidupnya, Ali memilih untuk menjadi Sufi.

“Ali mengumumkan bahwa dia adalah seorang Sufi sekitar 2005 silam, ia mengatakan dari semua sekte Islam, dia merasa memiliki koneksi yang sangat dekat untuk Sufi,” ujar Miller.

Miller yang menulis buku biografi Ali dengan judul ‘Approaching Ali’ mengatakan sang legenda pernah berbicara kepadanya bahwa sufisme memiliki tujuan untuk mencegah segala halyang bertujuan menghancurkan kemanusiaan dan merusak dunia.

“Ini sempurna bagi Ali, yang telah hidup dengan cara Sufi itu selama berdekade sebelum dia mendengarnya,” kata Ali.

3. Dia Cedera Jelang Pertarungan Comeback Besarnya

Akibat keputusannya menolak wamil dalam perang Vietnam, Ali dicabut gelar juara kelas berat dan disanksi larangan bertanding empat tahun. Ali kemudian bertarung kembali pada 26 Oktober 1970 di Atlanta.

Lawannya adalah pemegang sabuk juara kelas berat Jerry Quarry. Ali berhasil menang TKO pada ronde ketiga atas Quarry. Namun, pertarungan itu hampir saja tak bisa terjadi.

“Ali hanya punya waktu enam pekan bersiap untuk pertarungan ini,” kata Miller, “Dalam latihan, sahabat masa kecilnya yang juga mantan juara kelas berat Jimmy Ellis membuat pelipis Ali terluka berat,” kata Miller.

“Namun, bahkan dengan cedera ini, Ali tidak menjadwalkan ulang pertarungannya.”

4. Parkinson Membuat Ali Menemukan Cara Baru untuk Berkomunikasi

“Seni dari gestur tubuh cukup penting bagi dirinya,” ujar Miller.

Ali didiagnosa menderita penyakit saraf Parkinson pada 1984, saat dirinya berusia 42 tahun. “Dia berkomunikasi dengan tangan dan jarinya, mimik wajah, dan mata.”

Satu hal yang tak dilupakan dari cara berkomunikasi yang baru Ali bagi Miller adalah suara berderit yang muncul dari gesekan ibu jari dan telunjuk.

“Dia meniup kepala, menggelitik telapak tangan saat berjabat tangan, menggoda semua orang yang berkunjung kepada dirinya,” kata Miller.

Ali yang terkenal besar mulut saat bertarung di atas ring, ujar Miller, tetap seorang yang besar mulut dalam tanda kutip meskipun dengan kondisi tubuhnya yang menderita Parkinson tersebut.

5. Ali adalah Pesulap Amatir

Miller pertama kali bertemu Ali pada Juni 1975 silam. Sejak saat itu, satu hal lain yang diketahui Miller dan tak diketahui dunia adalah Ali merupakan seorang pesulap amatir.

“Sampai dengan sekarang, setelah bertahun-tahun dengan penyakit Parkinson, Ali selalu mengejutkan para tamu dengan menunjukkan sulap tangan. Dia membuat sapu tangan merah menghilang dari tangan dirinya, dia menggigit koin setengah dan kemudian membuatnya jadi utuh lagi,” ujar Miller.(cnn)
pageads