Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) menyatakan berdasarkan hasil survei Opinion Leader, ada tiga kandidat bakal calon Gubernur DKI yang dinilai paling tenang atau kalem dalam bersikap.
Ketiga kandidat tersebut adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan poin 7,6, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) 7,1 dan Sandiaga Uno 6,8.
Ketua LPP UI, Hamdi Muluk, mengatakan, keberadaan Sandiaga Uno dalam tiga besar dalam kategori temperamen ini cukup menarik. Apalagi, Sandiaga baru-baru ini diresmikan sebagai calon gubernur yang diusung Partai Gerindra.
"Kalau masyarakat memilih Gubernur berdasarkan paling kalem, kemungkinan besar Sandiaga pasti menang," kata Hamdi Muluk dalam acara penyampaian rilis Survei Opinion Leader di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).
Sementara itu, kandidat petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada di urutan tiga terbawah dengan nilai 5,6. Diatasnya ada pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Artinya, kata Hamdi Muluk, Basuki merupakan kandidat Gubernur yang memiliki temparamen paling meledak-ledak diantara kandidat lainnya.
"Tapi kan dalam memilih calon gubernur, yang paling patut diperhatikan adalah kapabilitas atau kemampuannya dalam memimpin suatu kota. Ya meski karakter personal penting, tapi paling penting kapabilitas dan integritas moral. Faktor karakter temperamen nggak penting," ujarnya.
Seperti diketahui dalam survei ini, LPP melakukan dua tahap, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Opinion Leader. Survei melibatkan 215 pakar dari pelbagai bidang, yakni Akademisi, Pengamat Politik, Pakar Manajemen, Pers, LSM Perkotaan, Tokoh Masyarakat, Konsultan Politik, Profesional, Tokoh Muda, Pebisnis, dan Pegawai Negeri.
Mereka diminta untuk menilai sembilan orang tokoh yang telah dipilih melalui FGD sebelum survei Opinion Leader. Sembilan tokoh itu, yakni Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Bupati Bojonegoro Suyoto, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan Yusril Ihza Mahendra.
Dari 215 koresponden, data yang dapat diolah kemudian menjadi acuan berjumlah 206. Responden berpartisipasi melalui wawancara tatap muka, telepon, dan online.(brt1)
Ketiga kandidat tersebut adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan poin 7,6, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) 7,1 dan Sandiaga Uno 6,8.
Ketua LPP UI, Hamdi Muluk, mengatakan, keberadaan Sandiaga Uno dalam tiga besar dalam kategori temperamen ini cukup menarik. Apalagi, Sandiaga baru-baru ini diresmikan sebagai calon gubernur yang diusung Partai Gerindra.
"Kalau masyarakat memilih Gubernur berdasarkan paling kalem, kemungkinan besar Sandiaga pasti menang," kata Hamdi Muluk dalam acara penyampaian rilis Survei Opinion Leader di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).
Sementara itu, kandidat petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada di urutan tiga terbawah dengan nilai 5,6. Diatasnya ada pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Artinya, kata Hamdi Muluk, Basuki merupakan kandidat Gubernur yang memiliki temparamen paling meledak-ledak diantara kandidat lainnya.
"Tapi kan dalam memilih calon gubernur, yang paling patut diperhatikan adalah kapabilitas atau kemampuannya dalam memimpin suatu kota. Ya meski karakter personal penting, tapi paling penting kapabilitas dan integritas moral. Faktor karakter temperamen nggak penting," ujarnya.
Seperti diketahui dalam survei ini, LPP melakukan dua tahap, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Opinion Leader. Survei melibatkan 215 pakar dari pelbagai bidang, yakni Akademisi, Pengamat Politik, Pakar Manajemen, Pers, LSM Perkotaan, Tokoh Masyarakat, Konsultan Politik, Profesional, Tokoh Muda, Pebisnis, dan Pegawai Negeri.
Mereka diminta untuk menilai sembilan orang tokoh yang telah dipilih melalui FGD sebelum survei Opinion Leader. Sembilan tokoh itu, yakni Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Bupati Bojonegoro Suyoto, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan Yusril Ihza Mahendra.
Dari 215 koresponden, data yang dapat diolah kemudian menjadi acuan berjumlah 206. Responden berpartisipasi melalui wawancara tatap muka, telepon, dan online.(brt1)
Tag :
politik
